Minggu, 16 November 2014

Sahabat




Sahabat
Sahabat adalah hal terindah yang aku miliki, berawal dari masuk kuliah di sekolah tinggi komputer jurusan Sistem Informasi aku bertemu dengan seorang yang aku anggab sebagai sahabat. Aku dan sahabat aku memiliki banyak perbedaan , dy Lahir di Medan suku Batak beragama Kristen ,sedangkan aku lahir di Malang Jawa Timur suku Jawa beragama Muslim. Sahabat aku rajin beribadah ke gereja setiap seminggu sekali, sedangkan aku meskipun pake hijabnya cuman kalau keluar kampus sama di kerjaan tapi aku selalu mengingat perkataan orang tua aku untuk tidak meninggalkan sholat 5 waktu.  Lulus SMK tahun 2010 dan aku langsung merantau ke Jakarta, awalnya tinggal bersama saudara tapi karena saking pengennya belajar mandiri aku memutuskan untuk kos . Yaa meskipun hidup pas-pas.an aku selalu mensyukurinya, tiap page sampai sore bekerja ,malamnya kuliah. Dan aku termasuk tipe orang yang gak suka menghabiskan waktu dengan nongkrong di Mall meskipun dengan temen’’kuliah yang suka pada ngajakin. Sekalipun nongkrong paling itu karena ngerjain tugas kuliah bareng,dan kalaupun pengen jalan’’di Mall itu juga karena pengen ke toko bukunya kalau gak gitu karena ada yang pengen di beli.  Aku dan sahabat aku yang biasa aku panggil Tari satu kost.an , tiap pulang kuliah malam selalu bareng kecuali sesekali kalau aku dijemput sama mas pacar tari pulang sendiri.  Perselisihan terkadang terjadi ya karena kesalahpahaman juga, tapi entar gak lama juga baik.an lagi. Pernah suatu hari karena aku komen tugas yang dia share ke dosen ,niat aku Cuma bercanda tapi dia dibawa nya serius dan dia marah terus bikin status yang intinya nyinggung aku di beranda facebook. Sampai 2 bulan dia diem.in aku di sapa gak jawab  temen’’di kampus diam’’pada bicarain aku dan tari yg lage diem’’an,ada juga yang secara langsung nanya ke aku. Dan lama’’kita juga baik.an sendiri. Hehehe... kayak orang pacaran aja kadang ada selisih trus baik.an lage, Pernah waktu aku kebingungan nyari tiket buat pulang lebaran dari page sampai siang antri di stasiun senen karena saking takutnya aku gak bisa pulang kampung  tari yg nemenin. Trus pas pulang kampung ke stasiun senen nya juga pernah di temani sama tari. Aku dan tari sebenarnya emang sama’’keras kepala saking keras kepalanya kita selalu mempunyai Semangat bareng buat SUKSES.  Dan aku berharap suatu hari nanti aku dan tari bisa sama’’ sukses  dan mampu meraih semua impian. Amin...
Catatan Hati Eva Maulana

Jakarta,09 November 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar