Selasa, 25 Februari 2014

Wanita sederhana

Wanita yang Sederhana bukan Wanita yang bersedia di ajak untuk hidup kekurangan. Wanita yang sederhana itu Terdidik,pandai,mandiri dan mampu tapi tetap memelihara penampilan yang Alamiah,tidak berlebihan,dan menebarkan kebaikan Hati dan Kebersihan Pikiran. Mesti sekarang lelaki yg di Cintainya itu miskin,dia tidak mempermasalahkannya asal lelaki itu bisa menjanjikan kehidupan yg baik,mapan,dan penuh dengan dinamika yang menumbuhkan dan membahagiakan. 
Bukan dia tak menerima cinta apaadanya tapi yg dia inginkan Kualitas yg adanya. Jika lelaki mengatakan dia Matre ,itu karena ketidak Ikhlasan menerima bahwa cinta dan keluarga membutuhkan biaya pemeliharaan dan pertumbuhan. Jangan menuntut wanita menerima kekurangan yang tidak tidak direncanakan untuk diperbaiki. Wanita itu verysmart dia menuntut mu menjadi laki-laki yang hebat bukan untuk dirinya tapi untuk orang yang bener-bener di cintai dan anak-anaknya. 
Jangan sibuk menuntut wanita untuk mau diajak susah, hiduplah sepenuhnya menjadi laki-laki dunia ahkirat yang membanggakan orang tua ,istri dan anak-anak.



Senin, 24 Februari 2014

Berfikir dengan Hati Rasakanlah dengan Kepala

Sebagian besar kita pernah mengalami kesalahpahaman dalam kehidupan bersama sehari-hari. Walaupun analisis mendalam terhadap salah pengertian ini mungkin sangat penting untuk menyelesaikan masalah,jika kita mengakui bahwa kita tidak selalu mengerti apa yg kita terima juga akan cukup membantu. Kita bisa sedikit santai dan menjaga proporsi dari perselisihan kita dengan org lain. Ini bisa memotivasi cara yg lebih baik memahami org yg dekat dengan kita.
Kita menerima informasi dari banyak sumber dan dengan banyk cara. Informasi ini menjadi bahan pembentuk untuk apa yg kita sebut sebagai pengetahuan,dihari-hari yg baik,kebijaksanaan. Kita bisa mengolah fakta menjadi pemahaman dengan sukses jika membiarkan pikiran dan emosi kepala dan hati untuk bekerja sama. Tetapi,kadang-kadang kepala atau hati bisa mengambil alih. Pda saat inilah kita menemukan bahwa kesalahpahaman kecil berkembang menjadi konflik besar.
Pertimbangkan apa yg terjadi ketika komentar yg tidak enak terasa menohok kita. Kita merasa terluka,marah,atau terguncang. Emosi memiliki potensi untuk menjadi begitu menonjol sehingga menghilangkan kemampuan kita untuk berfikir. Hati kita bekerja berlebihan sementara kepala kita diam. Padahal justru pada saat inilah kita perlu menggunakan kepala-untuk secara sadar menggunakan pikiran yg paling realistis,konstruktif,dan positif. Ingat-ingatlah bagian-bagian penting dari karakter dan niat terbaik . Bila kepala bicara seperti ini kepada hati,kita akan mampu menjelaskan maksud dari apa yg telah dikatakan. Kemudian kita akan bisa melepaskan rasa sakit. 
Disisi lain ,mungkin ketika dihadapkan pada kebingungan atau konflik,kita dikuasai oleh kepala, Seperti perasaan,kepala memiliki cara tersendiri untuk memilih momentum yg bisa dengan sangat cepat memperparah kesalah pahaman. Kita bisa menemukan diri kita terperangkap di dalam lingkaran keraguan dan ketakutan serta berusaha merasa lebih baik dengan cara mengumbar kemarahan. Atau mungkin kita terlalu cepat menghakimi dan berhenti mendengarkan karena sudah menemukan bahwa pasangan kita terbukti bersalah.
Sekarang mulailah menggunakan hati kita. Pada saat pikiran kita mulai memasuki lorong gelap dari keraguan,penghakiman,dan hal-hal negatif, cadangan cinta kita perlu diberdayakan,dan biarkn emosi mengubah pikiran kita. Gabungkan hati dengan kepala sehingga pikiran kita mendapatkan lebih banyak informasi . Kita akan bisa bergerak melewati kesalahpahaman,bukannya memelihara dan membesarkannya.

Minggu, 23 Februari 2014

Teruslah Belajar

Ketika masih kecil,kita menjalani masa kanak-kanak seperti spons yg menyerap semua informasi dan mempelajari semua keterampilan.Kita membuat kekacauan dan percobaan. Kita tidak dikejutkan atau dikecutkan oleh percobaan dan kesalahan.
Ketika usia lanjut,proses pembelajaran mulai melambat,dan pada beberapa kasus ,kelambatan ini berlangsung sedemikian rupa sehingga menjadi terhenti. Kita membentuk pendapat yg kokoh,memaksimalkan keterampilan tertentu,dan menentukan batas yg kaku dan pendek terhadap waktu dan minat kita. Kita melindungi diri dari kemungkinan disakiti dan melindungi sudut pandang kita. Dalam prosesnya ,kita kehilangan rasa ingin tahu tentang diri sendiri,pasangan kita,dan mungkin hidup kita, dan kita telah menutup diri untuk mempelajari hal-hal baru.
Dalam hal menjalani hidup ,kemampuan kita untuk berfikir seperti seorang murid memiliki peran yg sangat penting. Hidup adalah sebuah proses pembelajaran yg berkelanjutan. Kemauan kita untuk menjadi murid kehidupan bisa menghindarkan kita dari menganggap diri terlalu serius. Bgaimanapun ,kita tidak selalu benar. Masih ada banyak hal yg bisa dipelajari. Terimalah kemungkinan 50:50 bahwa pasangan kita bisa mengajarkan sesuatu kepada kita.
Sebagai seorang murid ,kita harus menjaga perspektif dan terus mencoba ketika belum berhasil. Dimasa dewasa,banyak dari kita yg mengalami kekecewaaan takut ketika mempelajari sesuatu yg baru dan tidak segera bisa menguasainya. Seringkali kita menyerah . Jika kita menempatkan diri sebagai murid,kita mengenali bahwa bisa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk belajar,memajukan ,dan menjadi "pakar" dalam suatu hal. Kegembiraan terletak di dalam perjalanan menuju ke sana bahwa walaupun kita tidak pernah benar-benar tiba disana.
Menjadi murid memungkinkan kita mempelajari pelajaran hidup. Frustasi bisa mengajarkan kita kesabaran,perselisihan bisa menjadi petunjuk ke arah kasih sayang dan pengertian,dan kekecewaan bisa membawa kita menuju kebijaksanaan dan sudut pandang yg lebih besar. Ini adalah tanggapan yg proaktif,optimis,terhadap pasang surut kehidupan yg dialami oleh setiap orang.
Biarkan diri anda menjadi seorang anak lagi. Ini menandakan kembalinya pandangan yg dinamis terhadap hidup. yg sangat menyukai ide-ide,keterampilan,pertanyaan,dan kemungkinan baru. Ini berarti terus maju di hadapan kurva-kurva pembelajaran dan tidak takut untuk sekali-sekali menemui kesulitan.