Sebagian besar kita pernah mengalami kesalahpahaman dalam kehidupan bersama sehari-hari. Walaupun analisis mendalam terhadap salah pengertian ini mungkin sangat penting untuk menyelesaikan masalah,jika kita mengakui bahwa kita tidak selalu mengerti apa yg kita terima juga akan cukup membantu. Kita bisa sedikit santai dan menjaga proporsi dari perselisihan kita dengan org lain. Ini bisa memotivasi cara yg lebih baik memahami org yg dekat dengan kita.
Kita menerima informasi dari banyak sumber dan dengan banyk cara. Informasi ini menjadi bahan pembentuk untuk apa yg kita sebut sebagai pengetahuan,dihari-hari yg baik,kebijaksanaan. Kita bisa mengolah fakta menjadi pemahaman dengan sukses jika membiarkan pikiran dan emosi kepala dan hati untuk bekerja sama. Tetapi,kadang-kadang kepala atau hati bisa mengambil alih. Pda saat inilah kita menemukan bahwa kesalahpahaman kecil berkembang menjadi konflik besar.
Pertimbangkan apa yg terjadi ketika komentar yg tidak enak terasa menohok kita. Kita merasa terluka,marah,atau terguncang. Emosi memiliki potensi untuk menjadi begitu menonjol sehingga menghilangkan kemampuan kita untuk berfikir. Hati kita bekerja berlebihan sementara kepala kita diam. Padahal justru pada saat inilah kita perlu menggunakan kepala-untuk secara sadar menggunakan pikiran yg paling realistis,konstruktif,dan positif. Ingat-ingatlah bagian-bagian penting dari karakter dan niat terbaik . Bila kepala bicara seperti ini kepada hati,kita akan mampu menjelaskan maksud dari apa yg telah dikatakan. Kemudian kita akan bisa melepaskan rasa sakit.
Disisi lain ,mungkin ketika dihadapkan pada kebingungan atau konflik,kita dikuasai oleh kepala, Seperti perasaan,kepala memiliki cara tersendiri untuk memilih momentum yg bisa dengan sangat cepat memperparah kesalah pahaman. Kita bisa menemukan diri kita terperangkap di dalam lingkaran keraguan dan ketakutan serta berusaha merasa lebih baik dengan cara mengumbar kemarahan. Atau mungkin kita terlalu cepat menghakimi dan berhenti mendengarkan karena sudah menemukan bahwa pasangan kita terbukti bersalah.
Sekarang mulailah menggunakan hati kita. Pada saat pikiran kita mulai memasuki lorong gelap dari keraguan,penghakiman,dan hal-hal negatif, cadangan cinta kita perlu diberdayakan,dan biarkn emosi mengubah pikiran kita. Gabungkan hati dengan kepala sehingga pikiran kita mendapatkan lebih banyak informasi . Kita akan bisa bergerak melewati kesalahpahaman,bukannya memelihara dan membesarkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar